Nutrisi terbaik bagi bayi adalah air susu ibu (ASI). Bunda sepakat bukan? Kandungan karbohidrat, protein, lemak, juga mineral sesuai dengan perkembangan dan pertumbuhan bayi. Bukan hanya itu, dalam colostrum (ASI yang berwarna kuning) yang diproduksi pada hari pertama sampai ke tiga setelah persalinan, juga mengandung zat kekebalan tubuh (immunoglobulin G) yang diwariskan dari ibu.
Kita semua ingin memberi yang terbaik untuk bayi kita. Memberi ASI eksklusif selama 6 bulan, dan diikuti pemberian makanan tambahan setelahnya. Untuk ibu bekerja ini tantangan tersendiri. Peraturan kerja yang memberikan 2 bulan cuti setelah persalinan, menuntut ibu mampu memanage dan mempersiapkan masa-masa setelah masuk kembali nanti. Menyipan stok ASI dalam freezer salah satunya. Bisa tahan berbulan-bulan nih.
Yang perlu di perhatikan saat menyimpan stok ASI: (1) hormon prolaktin sedang bekerja tinggi saat malam hari. Bila bayi bobo, sedangkan produksi ASI banyak jangan malas untuk memerahnya. Agar supply ASI tetap diproduksi lagi. (2) simpan dalam wadah yang telah di sterilkan dan ditutup rapat. Jika tidak mendapatkan plastik khusus untuk menyimpan ASI, gunakan botol steril. Direkomendasikan menggunakan botol kaca bening, bukan botol plastik. (3) bawa botol ke tempat kerja untuk memerah saat di kantor. Simpan dalam termos berisi es. (4) cuci tangan dan bersihkan sekitar puting dan areola sebelum dan setelah memerah ASI.
Berapa lama penyimpanan ASI?
Sebaiknya tidak terlalu lama menyimpan ASI karena produksi ASI mengikuti tumbuh kembang bayi.
1. ASI yang baru di pompa dapat bertahan 4 - 10 jam pada temperatur ruangan.
2. Jika disimpan dalam kulkas (refrigerator) bertahan 5 - 7 hari. tapi jangan simpan dalam pintu kulkas, karena suhunya lebih hangat dibanding bagian dalam kulkas.
3. Jika disimpan dalam freezer dapat bertahan selama 6 bulan. Namun sebaiknya hindari penyimpanan pada pintu freezer, terutama yang mempunyai fasilitas auto defroze.
4. Sedang ASI yang telah dicairkan dapat disimpan selama 24 jam dalam refrigerator, dan tidak dapat disimpan kembali jika telah dihangatkan.
Perhatikan juga kondisi kulkas dan freezer, beragam jenis dan jumlah makanan yang disimpan akan mempengaruhi bau dalam kulkas, juga ASI. Pastikan kulkas tidak berbau, kurangi jumlah makanan yang disimpan atau gunakan penyerap bau untuk kulkas.
Bagaimana mencairkan ASI?
(1) Rata-rata ASI mencair dalam 6 - 8 jam dalam refrigerator setelah dibekukan dalam freezer. Ya! sebaiknya mencairkan ASI di refrigerator. (2) Jika sudah cair, goyangkan perlahan untuk mencampurkan lemak yang mengapung diatas hingga tercampur. Tapi jangan mengocok ASI, karena akan merusak struktur molekul protein ASI, meski asam amino tidak akan rusak. (3) Hangatkan dalam air hangat, jangan menghangatkan dalam air panas apa lagi direbus! hal ini dapat merusak zat imun dalam ASI. (4) Jangan menghangatkan dengan microwave. Microwave memang dapat melakukan defroz, namun ia juga berisiko mempunyai block spot panas yang dapat membakar lidah bayi karena panas yang tidak merata. selain itu microwave dapat mengubah komposisi ASI.
Ayo bunda, tetap semangat memberi ASI ekslusif untuk bayi tercinta!