Kamis, 13 November 2008

Kisah Anak-anak Ukhdud (1): Mempelajari Ilmu Sihir

Kisah ini diriwayatkan oleh imam Muslim dari Shuhaib ra bahwa Rosulullah bersabda:

Dahulu ada seorang raja yang mempunyai seorang ahli sihir. Ketika ahli sihir itu telah tua ia berkata kepada raja, "Kini saya telah tua, karena itu kirimkanlah kepada saya seorang pemuda yang dapat mempelajari ilmu sihir agar ia bisa menggantikan kedudukan saya di sisi raja jika saya meninggal."

Lalu raja memilih seorang pemuda untuk belajar ilmu sihir kepada ahli sihir itu. Kebetulan di jalan yang dilalui pemuda itu ada seorang rahib, yang menarik perhatiannya. Pemuda itu duduk dan mendengarkan perkataan rahib dengan sungguh-sungguhb b.

Akhirnya ita terlambat datang ke tempat ahli sihir itu sehingga ia pun dipukul olehnya. Ia mengeluhkan hal itu kepada sang rahib. Rahib itu berkata, "Jika kamu takut dipukul oleh tukang sihir itu, maka katakan padanya kau ditahan oleh keluargamu. Dan jika kau takut pada keluargamu, kau katakan pada mereka kau ditahan oleh ahli sihir itu."

Setelah itu segalanya berjalan lancar, sampai tiba suatu ketika sang pemuda berangkat, ia mendapati seekor singa yang menyebabkan orang-orang tidak dapat melalui jalan karena tidak berani lewat. Sang pemuda berdoa "ya Allah, jika ajaran rahib lebih Engkau cintai dari pada ajaran ahli sihir, maka bunuhlah binatang ini sehingga orang-orang bisa lewat dengan nyaman."

Kemudian ia melempar singa dan akhirnya mati. Orang-orang pun bisa berlalu dengan aman. Ia menghadap rahib dan menceritakan hal tersebut.

Rahib berkata kepadanya, "Wahai anakku, sekarang engkau lebih utama dari aku. Engkau telah diberi kelebihan yang telah saya lihat sendiri. Namun ketahuilah, suatu saat nanti engkau akan mendapatkan ujian. Maka jika engkau diuji, janganlah engkau tunjuk diriku."

Pemuda itu mendapat karunia dari Allah berupa kemampuan menyembuhkan orang buta dan belang, dan berbagai penyakit. Seorang teman dekat raja mendengar hal tersebut, memanggilnya untuk menyembuhkan kebutaan matanya.


(bersambung)

sumber: Mendidik Anak Bersama Nabi, M.Suwaid