Kamis, 13 November 2008

Tema Pembelajaran PAUD: Sosialisasi

Multiple intiligent, semua anak cerdas! begitu awal sebuah buku yang menarik minatku. Kecerdasan anak melibatkan bukan hanya kecerdasan spasial, berhitung dari otak kiri tapi juga berbagai kecerdasan lainnya yang memeng diperlukan dalam hidup. Mulai dari kecerdasan bahasa (linguistik), kecerdasan musik (musical), kecerdasan logic-matematis, sampai kecerdasan sosial.


Kecerdasan tersebut bukan begitu saja berkembang, tapi juga perlu stimulasi dari orang-orang terdekat si anak. Baik orang tua, si-mbak (khadimah), juga pendidik di PAUD atau KB tentunya. Kecerdasan sosial penting dikembangkan agar pribadi anak tumbuh tanpa ragu-ragu dan mampu bertahan hidup (survival). Rosulullah juga mencontohkan tema yang perlu dipelajari bagi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) terkait pilar sosial kemasyarakatan.


1. Mengajak Menghadiri Pertemuan Kaum Dewasa
Orang tua hendaknya tidak ragu atau melarang mengajak anaknya ke majelis pertemuan orang dewasa. Karena disini pendidik -guru, orang tua- akan tahu kelebihan dan kekurangan si anak sehingga bisa membimbing dan memotivasi. Anak akan belajar, jiwa dan akalnya terdidik, mengenal pembicaraan orang dewasa, mendapat nasihat dan bimbingan.

Jangan menganggap anak kecil tidak tahu apa-apa! Otak anak seperti sponge luar biasa yang siap menyerap apa saja yang disajikan. Hatinya yang bersih siap menerima apa yang dilihat, didengar dan dirasakan. Begitulah Allah mempersiapkan seorang pemimpin besar yang handal. Sejak kecil ia dipersiapkan. Seperti ketika Muhammad kecil yang yatim piatu senantiasa diajak oleh kakeknya -yang seorang pemuka Quraisy- menghadiri pertemuan-pertemuan dengan para pemimpin Quraisy lainnya.

Sabda rosululloh "Aku biasa menghadiri pertemuan-pertemuan para pemuka kaum bersama paman-pamanku, dan aku sama sekali tidak ingin mendapatkan sekawanan unta merah (sesuatu yang sangat berharga di kalangan bangsa Arab) jika harus meninggalkan pertemuan seperti itu." (HR.Abu Ya'la dengan sanad shahih)

Bukan hanya anak laki-laki, perempuan juga boleh diajak menghadiri pertemuan kaum dewasa. Dengannya kita akan mengenal anak-anak teman kita atau sebaliknya, Mmm... siapa tahu nanti akan besanan. Umar mengatakan dalam riwayat Imam Ahmad "Tampakkanlah anak-anak perempuanmu yang belum baligh. Mungkin anak-anak pamannya menyukainya."

Jadi, jangan lantas menyuruh anak masuk atau dibelakang saja saat ada tamu ayah atau tamu bunda datang ke rumah.

2. Menyuruh Melakukan Tugas Rumah
Bunda senang jika anak membantu?

3. Membiasakan Mengucapkan Salam


4. Menjenguk Anak Sakit


5. Memilihkan Teman yang Baik


6. Melatih Berdagang


7. Menghadiri Perayaan / Pesta yang Disyariatkan


8. Bermalam di Rumah Famili yang Sholih